Mancari redha Allah

tak mampu atau tak mahu?

H1N1 Vaccination: Is it safe?

For this semester, I’m doing a research on the Pandemic H1N1 Influenza. I have to come out with a 5-year plan that I would recommend to the govt / HSE to deal with the pandemic.

As this is a team project, so I was assigned to do some research on vaccination & antiviral drugs. After doing some research on the vaccination which is yet to be implemented in Ireland (probably will start on Nov 2), there are many questions came out in my mind. But the main one is: IS THE VACCINE SAFE?

Influenza vaccine is not like other vaccine. It can only be developed once the specific pandemic virus appear and it will take at least 6 months later to have the vaccine available. So, vaccination is NOT available during the first wave.

I admit that I have very little knowledge on the vaccination. But what sparked my interest to question more about the coming vaccination program are these 2 videos: -

I know it’s not fair to make any accusation based on what has happened in the past.

But just think about it. How long do the pharmaceutical companies require to develop the vaccines? At least 6 months. After that? Straight away give the vaccines to the people? There might be some trials on human (maybe)… But is it enough to see any side effects within 6 months? How can the media be so sure about the safety of the vaccine? By giving false information about the GBS to the people (tv3.ie). Another interesting point to consider (suggested by Dr Farid): “Partially tested vaccines are given to the people around the world & it seems to be a FREE trial for the pharmaceutical companies as they do not have to pay for the ‘volunteer’ and do not have to get the informed consents by their own”. Hmm… The logic is there

Maybe some of us wonder, why do we need to bother with all these?

Coz I’m a medical student. Soon, I will be a medical officer and I have to look after my patients. And they will ask me this question, “Doctor, do you think I should take the vaccine?”

Off course I will refer to the expert to decide. But I have nothing to lose if I think first. What if we are the ‘expert’ that people refer to?

Dakwah adalah Kita & Kita adalah Dakwah

Setiap muslim adalah dai. KALAU BUKAN DA’I KEPADA ALLAH, BERERTI IA ADALAH DA’I KEPADA JAHILIYYAH (selain Allah), tidak ada pilihan ketiganya, sebab dalam hidup ini, kalau bukan Islam berarti hawa nafsu. Dan hidup di dunia adalah masa untuk memilih secara merdeka, kemudian untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Rabbul insan kelak. Bagi muslim, dakwah merupakan darah bagi tubuhnya, ia tidak mampu hidup tanpanya. Aduhai, betapa agungnya agama Islam jika didokongi oleh rijal (orang mulia).

Read the rest here…

Thanks to akh Tajul Arifin bin Che Zakaria (http://abuamru1208.blogspot.com/)

Ikhlaskan Hatiku Ya Allah…

Siapakah yg ikhlas: -

1) Beramal tetapi x berhajat @ mengharap populariti.

Khawatir terhadap populariti dalam amal terutama bg org2 yg diberi kelebihan dalam prestasi. Dia menyakini bahawa Allah menerima amal berdasarkan niat yg tersimpan dalam batin, tidak dalam penampilan.

Fudhail bin ‘Iyadh berkata. ‘Bila kamu mampu menjadi orang yg tidak dikenali, maka lakukanlah. Sebab apa kerugianmu bila tidak dikenali? Apa kerugianmu bila tidak dipuji? Dan apa kerugianmu bila kamu menjadi org yg tercela di hadapan manusia, tetapi terpuji di hadapan Allah swt?’

Tetapi seruan itu jgn pula disalah fahami sehinggakan kita mengasingkan diri dari masyarakat. Ini kerana tokoh-tokoh ulama yg mengatakan kata-kata hikmah ikhlas merupakan org2 yg bergaul dalam masyarakat. Yang penting adalah kita sentiasa nak kena ingat diri bahawa BUKAN POPULARITI yg kita cari dalam beramal. Walaupun, suatu hari nanti kita mungkin akan dikenali oleh masyarakat tetapi ianya bukan populariti yg dicari.

2) Bnyk beramal tetapi tetap merasa sedikit.

Yang menjadi masalah pada hari ini, ramai org sikit beramal tetapi merasa banyak. Org2 yg ikhlas sentiasa merasa cuai dalam menunaikan hak2 Allah swt. Merasa sedikit dalam melaksanakan pelbagai kewajipan yg telah ditentukan. Hati tidak tertipu dgn rasa kagum dgn amal yg telah dilakukan. Bahkan selalu takut kalau kesalahan-kesalahannya tidak diampuni Allah swt dan kebaikannya tidak diterima oleh Allah swt.

Dahulu, seorang salih menangis pilu saat sedang sakit, lantas sebahagian org yg menjenguknya bertanya. ‘mengapa engkau menangis, padahal engkau telah puasa, solat malam, berjihad, bersedekah, haji, umrah, mengajarkan ilmu dan berzikir.. ‘? Ia menjawab, Siapa yg dapat menjamin bahawa itu semua memperberatkan timbangan amal baik ku, dan siapa menjamin bahawa amalku diterima di sisi Tuhanku? Sementara Allah swt berfirman “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yg bertakqwa” (al-Maidah: 27)

3) Lebih mencintai amal yg tersembunyi dari amal yg diliputi oleh hiruk pikuk publikasi dan populariti.

Ia lebih mengutamakan menjadi seperti akar pohon dalam organisasi. Dengan akar itu pohon tegak dan hidup, tetapi ia tersembunyi di dalam tanah, tidak terlihat oleh mata manusia.

Dari Umar bin Khattab, pada suatu hari, ia keluar menuju masjid Rasulullah saw. Tiba-tiba, ia menjumpai Mu’adz bin Jabal r.a yg sedang duduk dan menangis dekat kubur Nabi saw. Umar bertanya kepadanya, “Apa yg menyebabkanmu menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku menangis kerana (ingat) sesuatu yg ku dengar dari Rasulullah saw. Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya riya’ yg sangat kecil itu termasuk kesyirikan dan sesungguhnya, barangsiapa yg memusuhi wali Allah, bererti mengistihar perang dgn Allah swt. Sesungguhnya, Allah swt, mencintai org-org yg baik, yang bertaqwa, dan tersembunyi. Iaitu, org2 yg apabila tidak ada, tidak dicari, dan bila sedang hadir tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati meraka adalah lampu-lampu penerang. Mereka keluar dari malam yg gelap gulita” (Ibnu Majah: 2/1320. No 3989)

4) Sama amalnya saat menjadi pemimpin atau saat menjadi anggota biasa, selama mana keduanya masih dalam rangka memberikan pelayanan pada amal Islam.

Hatinya tidak dirasuk penyakit suka tampil, ingin di depan barisan, ingin memegang kepimpinan, dan bercita-cita menguasai pusat-pusat kekuasaan. Bahkan org-org yg ikhlas lebih mengutamakan menjadi anggota biasa, kerana khawatir tidak dapat menjalankan kewajiban-kewajban yg dipertanggungjawabkan. Dgn kata lain, org ikhlas tidak menginginkan dan tidak meminta jabatan utk dirinya, tetapi apabila diberi amanah, ia menerimanya dgn penuh tanggungjawab dan memohon kepada Allah swt.

Rasulullah saw telah menjelaskan model manusia seperti ini seperti dalam sebuah sabdanya. “Berbahagialah seorang hamba yg memegang tali kudanya di jalan Allah, rambutnya acak-acakan, dan dua kakinya berdebu. Bila ia (ditugaskan) di pos penjagaan, ia tetap di pos penjagaan tersebut, dan bila (ditempatkan) di barisan belakang, ia tetap di barisan belakang tersebut…” (Fath-hul Bari: 6/95, no 2887)

Semoga Allah swt meredhai Khalid bin Walid saat dilucutkan dari jawatannya sebagai panglima pasukan. Ia tetap beramal dgn giat di bawah arahan Abu Ubaidah yg menggantikannya, tanpa membantah dan mengomel. Padahal dia merupakan seorang panglima yg selalu mendapat kemenangan.

EN JOHARI @ WARWICK UNIVERSITY

If…

A beautiful poem wrote by Rudyard Kipling in 1896. It WAS my favorite poem and I used to memorize it.

Poem

If you can keep your head when all about you

Are losing theirs and blaming it on you;
If you can trust yourself when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too;
If you can wait and not be tired by waiting,
Or, being lied about, don’t deal in lies,
Or, being hated, don’t give way to hating,
And yet don’t look too good, nor talk too wise;

If you can dream – and not make dreams your master;
If you can think – and not make thoughts your aim;
If you can meet with triumph and disaster
And treat those two imposters just the same;
If you can bear to hear the truth you’ve spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools,
Or watch the things you gave your life to broken,
And stoop and build ‘em up with wornout tools;

If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss,
And lose, and start again at your beginnings
And never breathe a word about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: “Hold on”;

If you can talk with crowds and keep your virtue,
Or walk with kings – nor lose the common touch;
If neither foes nor loving friends can hurt you;
If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds’ worth of distance run -
Yours is the Earth and everything that’s in it,
And – which is more – you’ll be a Man my son!

Di Persimpangan Aku Berdiri…

Cukuplah…
kusimpan semua ceritaku
yang dulu

Tentangku…
tentang apapun yang membuatku
tiada berarti

Di Persimpangan aku…
berdiri
membisu
harus kuputuskan
kemanakah ku melangkah…

Reff : Jangan lagi
usikku meski aku tak tau
kemana lagi aku berlari
kejar harapan
yang sempat mengelam
biarkanlah
kuhidup dengan nafas yang baru
nafas yang menyimpan kedamaian
di persimpangan
aku berdiri

Cukup Januari kemarin kutinggalkan
kelamku…
tentangku
dan masa lalu yang membuatku
tiada berarti

Lagu disini…

Album : Menjadi Diriku Repackage
Munsyid : EdCoustic
http://liriknasyid.com

Potato Soup

Saja nak kongsi resepi “Potato Soup” yang aku cuba jaya tahun lepas. 2 kali berjaya, sekali gagal. Ok la tu kan?

Soup

Bahan2:

1) Baby potatoes

2) Kiub ayam (senjata utama)

3) Black pepper

4) Garam

5) Air

Cara2:

1) Kupas kentang (xnak pun ok je)

2) Rebus kentang smpi nak hancur (at least 30min)

3) Blend kentang2 tu smpi hancur lumat. Air rebusan dibiarkan di atas api

4) Masukkan balik blended kentang dlm air rebusan tadi

5) Masukkan “senjata rahsia”

6) Tmbhkan black pepper & garam secukup rasa

7) Sedia utk dimakan dgn roti Dunnes

Sesuai utk dibuat breakfast. Kalau nak lagi senang, guna mashed potato segera instead of baby potato.

Selamat mencuba…

Improve Your English

Me: “Are you coming to the event?”

Him:  “Which event?”

Me: “Mothers of the Believers”

Him: “InsyaAllah, I’ll come”

Me: “I’m sorry I cannot come. I have sth to do this weekend”

Him: “It’s okay. I’m going because of the event, not because of you”

Me: “……… (Shock)”

Regret

He left me. I stood there, thinking of what went wrong with the conversation.

Sometimes, you know what you are trying to say, but the way you put it in words can lead to MISCOMMUNICATION.

So, use English more often for God sake.

(It’s funny though…)

Direct Selling dlm Dakwah?

Cuba kita lihat golongan direct seller… Mereka begitu bersungguh2 mempromosi brgn yg mereka jualkan sampai ada yg sanggup meninggalkan kerja tetap semata2 utk fokus kpd direct selling… Ada juga yg sanggup berjalan kaki dari rumah ke rumah, memperkenalkan brg jualan mereka… Setiap kali mereka bertemu dgn manusia lain, perbualan mereka pasti diarahkan kepada promosi brgn… Kerana apa mereka sanggup berkorban sebegitu hebat? Ada yang kata minat… Tapi, yang lebih penting, GANJARAN yang bakal mereka terima sekiranya mereka dapat menjual brgn mereka & juga me’recruit’ agent2 di bawah mereka…

Spirulina

Bagaimana dgn dakwah? Bukankah sekiranya kita mengatakan kita sbg pendokong dakwah, kita juga sepatutnya mampu & MAHU berkorban… Malah pengorbanan kita itu semestinya jauh lebih besar… Kerana GANJARAN yang bakal diterima juga JAUH LEBIH BESAR… Maka, setiap gerak kerja yg dilakukan semestinya bermatlamatkan DAKWAH, membawa manusia kepada Islam… Setiap kali kita bertemu dgn manusia lain, perbualan kita sudah seharusnya diarahkan kepada ‘promosi’ ISLAM (= Dakwah)…

Namun, ada bezanya sekiranya seseorang direct seller menjual sesuatu yang tidak belum pernah dicubanya sendiri dgn sesuatu yang pernah digunakan. Cthnya: Penjual A & B menjual UBAT KURUS. Kedua-duanya mejual barang yang sama, produk yang sama, cara yang sama pada harga yang sama. Tapi, penjual A dahulunya gemuk dan setelah menggunakan ubat kurus tersebut, terbukti ia memang berkesan. Maka, dia menjual ubat tadi dgn penuh rasa yakin dan menjadikan dirinya sebagai model pelanggan yg berjaya. Penjual B pula tidak pernah menggunakan ubat tersebut. Logiknya, penjual mana yang akan lebih berjaya?

Begitu juga dengan dakwah. Kita ingin mempromosikan ISLAM. Tapi, sekiranya kita sendiri tidak beramal dgn Islam, bagaimana mungkin kita mampu mewar-warkan kehebatan Islam pd org lain? Jika kita tidak mampu beramal dgn Islam, maksudnya kita sendiri masih belum yakin dgn kesyumulan Islam. Maka, bagaimana kita mahu meyakinkan orang lain?

Peringatan buat diriku yang hina,

Peutz Jegher

Sahabat Baru…

I testify that Allah is the Only God, and I testify that Muhammad is His servant and His Messenger

Suasana menjadi tenang pada ketika itu. Tiap2 pasang mata yang ada tertumpu dgn khusyuk melihat kelibatnya di hadapan. Dengan penuh yakin, dia mengulangi apa yang telah dilafazkan oleh Sheikh Ismail. Sahabatnya yang duduk di sebelahku memperhatikan dgn penuh kesyukuran. Setelah selesai, Sheikh Ismail lantas mendakapnya. Kemudian, dia terus berdiri untuk mendapatkan sahabatnya. Kami yang lain bangun dan turut mengucapkan tahniah padanya. Alhamdulillah, KITA mempunyai seorang lagi saudara baru.

Solat atas batu

Bagaimana pula dgn rakan-rakan bukan muslim yang lain? Di mana hak mereka untuk mendengar seruan kebenaran? Jika benar kita yakin Islam ini adalah agama yang haq, maka wajarkah kita hanya beramal untuk diri sendiri? Bagaimana jika suatu hari nanti kita hak itu DITUNTUT oleh mereka? Bagaimana jika kita DIPERSALAHKAN atas kekafiran mereka? Kerana sikap tidak peduli kita…

Apa yang telah kita lakukan?

Tekad…

Memang aku tak mampu mengubah permulaannya,

Tapi aku masih mampu mengubah pengakhirannya.

Ya Allah, ampunkan keterlanjuran kata & perbuatanku,

Maafkan aku kerana sikap pentingkan diri sendiri,

Jadikanlah aku insan yang lebih memahami liku2 hidup ini,

Dan ajarkan padaku cara memahami insan2 yg lain,

Supaya aku tidak lagi menyakiti mereka.

Older entries »